Mengajari Anak Untuk Bersyukur

Senin, 29 Mei 20170 komentar

Sebenarnya selalu ada sesuatu yang membuat kita merasa sangat beruntung serta bersyukur, tidak peduli sulitnya kehidupan yang kita jalani. Hal yang menjadi warisan orang tua pada anak-anaknya bukanlah berupa materi, namun sebuah ilmu yang mengajarkan kita untuk selalu merasa bersyukur. 


Satu hal yang harus diajarkan oleh orang tua adalah cara berdoa memanjatkan syukur di setiap kesempatan. Mengajarkan mereka beramal dengan menyumbangkan mainan dan pakaian, bahkan koin rupiah. Kebiasaan yang diharapkan akan menjadi bagian dari kehidupan mereka nantinya.

Banyaknya buku-buku panduan tentang pola asuh yang memberikan kita tips untuk menstimulasi anak, mendidik menjadi cerdas. Namun, hal tersebut jangan membuat kita lupa mengajarkan anak-anak untuk belajar menghargai hal-hal sederhana dalam hidup.

Para orang tua dapat membersarkan anak-anak menjadi anak yang pandai bersyukur dan murah hati, karena keduanya berjalan seiring. Dengan mengajarkan dari sedini mungkin dan menjadikannya bagian dari hidupnya. Jika Anda ingin membesarkan anak yang mudah untuk bersyukur, berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan dalam keseharian :

1.    Memberi Contoh.
Kita orang tua tentu akan mengajarkan  hal-hal yang baik pada anak. Namun, pernahkan kita memberi contoh berulang-ulang melalui perilaku sehari-hari. Memberikan contoh adalah cara paling ampuh dalam mendidik anak. Dengan cara ini, anak lebih patuh pada perintah orang tua. Jika kita mengajarkan anak untuk selalu berterima kasih, lakukan itu di depannya. 

Ucapkan terima kasih usai membayar di kasir, setelah disediakan makanan oleh asisten rumah tangga, ketika diberikan hadiah dari suami, ibu atau kawan. Serta selalu mengucapkan kata yang baik bila meminta bantuan orang lain. Anak-anak akan meniru yang kita lakukan.

2.    Buatlah Menyenangkan.
Hal yang terasa membosankan pada anak adalah ceramah panjang tentang cara bersyukur. Nasihat demi nasihat panjang lebar dapat membuat anak merasa jenuh. Anak-anak biasanya belajar dengan cepat, bila prosesnya menyenangkan. Kita bisa membuat permainan, di mana setiap orang dalam keluarga bergiliran dan menyebutkan satu hal yang mereka syukuri.

3.    Ajarkan Sopan Santun.
Sejak balita, sedini mungkin kita mengajarkan sopan santun walau anak belum bisa bicara dan berjalan. Seperti waktu anak menangis karena lapar katakan padanya, “Ibu aku lapar tolong buatkan makanan”. Jika sudah selesai jangan lupa katakan, “Terima kasih ibu”. Selalu tekankan kata “Tolong” jika menginginkan sesuatu dan ucapkan “Terima Kasih” jika mendapatkan sesuatu. Ini adalah cara paling konkret untuk mengajarkan mereka selalu bersyukur.

4.    Menunjukkan Rasa Terima Kasih Kepada Guru.
Buatlah kartu ucapan terimakasih untuk guru mereka. Mintalah anak kita menandatangani kartu tersebut, dan jelaskan mengapa sangat penting untuk mengucapkan terimakasih dan menunjukan penghargaan kepada mereka yang telah mendidiknya.

5.    Sering Memuji.
Pada saat kita melihat anak melakukan perbuatan baik, tunjukkan apresiasi secara terang-terangan. Perlihatkan betapa bangganya kita dan betapa hebatnya dia.


Sumber : Majalah Yatim Mandiri. Edisi Mei 2017
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2017 | NU CARE - LAZISNU BANGLARANGAN | Zakat Untuk Kemandirian Umat