Sabtu, 04 Mei 2019

Sunah Dan Doa Waktu Hari Raya

SHARE

Hari Raya puncak dari Ibadah Puasa Ramadhan, pelaksanaan Shalat ‘Id’ (shalat sunah Hari  Raya) Idul Fitri atau yang sering kita sebut Lebaran adalah sunah muakkad (sangat diajurkan/penting). Maka dari itu harus disambut dengan penuh suka cita. Untuk itu kita perlu memahami tuntunan shalatnya.

Saat terakhir pelaksanaan ibadah puasa yang kita jalankan, kita disunahkan memperbanyak takbir mulai terbenamnya matahari sampai imam naik mimbar untuk pelaksanaan shalaat Idul Fitri pagi harinya. Shalat sunah yang kita laksanakan pada Hari Raya  tidak didahului azan dan iqomah.


Dalam sebuah hadist dari Jabir bin Samurah Ra, ia berkata, “Aku pernah shalat dua hari raya bersama Rasulullah SAW lebih dari sekali dua kali, tanpa dikumandangkan azan dan tanpa iqamah,” (HR Muslim dan Tirmizi). Mari kita sempurnakan hari yang fitri itu dengan berbagai ibadah yang disunahkan :

1.    MANDI DAN BERSIH-BERSIH
Kita disunahkan mandi sebelum berangkat shalat Idul Fitri. Waktunya mulai separuh malam sampai hendak mengerjakan shalat. Buar terasa segar saat pelaksaan shalat, usai shalat subuh  segera mandi. Setelah mandi, mari kita sempatkan untuk memotong kuku, memilih pakaia yang terbaik yang kita miliki serta memakai wangi-wangian. Jangan lupa membawa uang untuk infak.

2.    MAKAN DULU
Setelah semua siap, maka ajaklah sanak keluarga untuk makan dulu seadanya, tidak perlu bermewah-mewahan.  Sebab yang disunahkan sebelum berangkat shalat Idul Fitri adalah makan. Setelah itu, segera berangkat menuju masjid seraya mengumandangkan takbir hari raya.

3.    PILIH JALAN BEDA
Baginda Nabi selalu memilih jalan yang berbeda saat berangkat dan pulangnya. Jabir bin Abdillah Ra berkata, “Nabi SAW pada hari raya bisa mengambil jalan yang berlainan (ketika pergi dan ketika kembali”. (HR. Bukhari).

4.    BERTAKBIR
Sesampainya di masjid, segera menata shaf (barisan) dan duduk dengan tenang  dan menunggu pelaksanaan salat ‘Id’. Selama menunggu kita diterus bertakbir Hari Raya.

5.    MENATA NIAT
Begitu tiba pelaksanaan  untuk shalat dimulai, segeralah berdiri dan menata barisan dan niat shalat Idul Fitri. Bagi Anda yang mengawali dengan melafalkan niat, niatnya :

“Ushalli sunnatal Li’iidil fitrhi rak’ataini makmuman lillahi ta’alaa”
(Saya niat shalat sunah hari raya Idul Fitri dua rakaaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala).”

6.    MULAI SHALAT
Setelah takbiratul ihram, segera baca doa iftitah. Setelah itu imam akan takbir tujuh kali. Ikuti takbir dengan suara keras seraya membaca tasbih di antara takbir satu dengan lainnya. Kalimat tasbihnya,

“Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha ilallahu wallahu akbar”
(Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar).

7.    MENGIKUTI IMAM
Usai takbir ketujuh, imam akan membaca Al Fatihah dan membaca ayat Alquran yang lain. Dengarkan dengan khusyuk. Setelah itu, semua gerakan imam, rukuk sampai sujud rakaat pertama.

8.    RAKAAT KEDUA
Usai rakaat pertama, imam akan memulai rakaat kedua dengan bertakbir lima kali. Ikutilah takbir tersebut dengan suara keras seraya membaca tasbih disela-sela takbir (bacaan tasbih sama dengan rakaat pertama). Setelah itu, ikutilah semua gerakan imam dengan khusyuk sampai salam sebagai tanda shalat Idul Fitri sudah selesai.

9.    MENYIMAK KHUTBAH
Usai salam, jangan langsung pulang. Sebab, akan ada khutbah Hari Raya. Usai khatib berkhutbah, maka usailah semua rangkaian shalat hari raya Idul Fitri. Setelah itu, segeralah bersalam-salaman dengan jamaah lain. Jangan lupa, kalau pulang, pilihlah jalan yang berbeda dengan jalan yang dilalui ketika berangkat.

Baca Juga : Surat Permohonan Keputusan Pengurus Masjid



Sumber : Majalah Hikmah. Mei 2016
SHARE

Admin :

Website Resmi Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama yang dikelola oleh Pengurus NU Care - Lazisnu Desa Banglarangan Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang. Email : lazisnubanglarangan@gmail.com

0 Comments: