11 Januari 2026

Naharul Ij’tima MWC NU Ampelgading : Mendorong dan Memaksimalkan Peran LAZISNU

Naharul Ij’tima MWC NU Ampelgading : Mendorong dan Memaksimalkan Peran LAZISNU


LAZISNUBANGLARANGAN.OR.ID – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Ampelgading kabupaten Pemalang menggelar acara rutin Naharul Ij’tima pada, Ahad 11/1/2026. Pertemuan rutin yang ditempatkan di Masjid Istiqomatul Umat desa Karangtengah kecamatan Ampelgading kabupaten Pemalang.

“Seperti biasa Naharul Ij’tima menjadi sarana konsolidasi, silaturhami, evaluasi program dan penguatan ke-NU-an, diisi dengan pengajian, tahlil. Topik utama dalam Naharul Ij’tima adalah mendorong dan memaksimalkan Lazisnu ditiap-tiap ranting. MWCNU kecamatan Ampelgading akan mengundang seluruh Lazisnu ranting beserta kadernya tanggal 18 Januari 2026, “ tutur Ketua Tanfidziyah MWC NU kecamatan Ampelgading Bapak Untoro, S.Sos.

BACA JUGA : Gus Dur Titisan Kiai Besar dan Penguasa Jawa

Harapannya Lazisnu ranting tetap semangat dalam melayani umat sehingga umat terutama warga NU dapat merasakan kehadiran Jam’iyah Nahtlatul Ulama.

Dipenghujung acara diisi dengan kajian Kitab oleh Rois Syuriah MWCNU Ampelgading Ky. Hasan Muqodas, dalam sela-sela membaca kitab menuturkan “Ziaroh ternyata orang NU dimanapun tempatnya suka ziaroh, sehingga banyak armada

Dari tuan rumah mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan memohon maaf jika dalam menyambut kurang maksimal.


Pengirim Berita : Khusdi Sulthoni

09 Januari 2026

Gus Dur Titisan Kiai Besar dan Penguasa Jawa

Gus Dur Titisan Kiai Besar dan Penguasa Jawa


KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Adalah titisan kiai besar tanah Jawa. Ayahnya, KH. A Wahid Hasyim, Adalah putra KH M Hasyim Asy’ari, pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Ibunya, Ny Solichah, Adalah putri KH Bisri Syansuri, seorang pendiri NU Bersama KH. Hasyim Asy’ari.

Garis keturunan kakek dan nenek Gus Dur, KH Hasyim Asy’ari dan istrinya Ny Nafiqah bertemu pada Lembu Peteng (Brawijaya VI), yaitu dari pihak ayah melalui Joko Tingkir (Sultan Pajang, 1569-1587), dan dari pihak ibu melalui Ki Ageng Tarub I. demikian ditulis dalam Ensiklopedi Islam yang diterbitkan PT Ichtiar Baru Van Hoeve (1993).

BACA JUGA : RINDU GUS DUR..

Dalam buku Sejarah Hidup KH A Wahid Hasyim dan Karangan Tersiar karya H Aboebakar (1957), disebutkan Lembu Peteng (Brwaijaya VI) mempunyai putra Bernama Joko Tingkir atau Karebet. Joko Tingkir mempunyai anak Bernama Pengeran Benawa. Kemudian Pangeran Benawa mempunyai anak beranama Pangeran Samba. Anak Pangeran Samba Bernama Ahmad. Anak Ahmad Bernama Abdul Djabbar. Kiai Abdul Djabar ini mempunyai anak Bernama Sichah. Dari sini keturunan menyimpang, yang satu kepada Kiai Hasyim melalui Layyinah, dan yang lain kepada KH A Wahab melalui Fatimah dan H Hasbullah.

Ki Ageng Tarub 1 mempunyai anak Bernama Ki Ageng Tarub II, anaknya Bernama Kiai Ageng Ketis, Anaknya Bernama Kiai Ageng Sila, anaknya Bernama Kiai Ageng Saba, anaknya Bernama Kiai Ageng Ngalawihan Solo, anaknya Bernama Kiai Ageng Pemanahan, anaknya Bernama Panembahan Senopati, anaknya Bernama Pangeran Kadjuruan, anaknya Bernama Arya Peringgaliya, anaknya Bernama Raden Paduraksa, anakanya Bernama Raden Panji Darna Santana, anaknya Bernama Kiai Ngabdul Ngalim, anaknya Bernama Kiai Basyariyah, nenek ke-7 dari KH A Wahid Hasyim melalui ibunya.

Kakek Gus Dur, KH Hasyim Asy’ari – seperti disebutkan Zamakhsyari  Dhofier dalam bukunya Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kiai (1982) – seorang kiai besar dan satu-satunya kiai Jawa yang dijuluki Hadratus Syaikh. Kiai Hasyim memusatkan perhatiannya pada usaha mendidik sejumlah kecil santrinya yang terpilih sampai sempurna betul, sehingga setelah keluar dari  pesantren bisa mendirikan pesantren sendiri.

BACA JUGA : Riwayat Hidup K.H. Hasyim Asy’ari

Kiai Hasyim menjadi besar dan berpengaruh terutama karena murid-muridnya Angkatan pertama berhasil mendirikkan pesantren besar dan banyak santri Tebuireng yang menjadi tokoh nasional. Beberapa kiai yang pernah belajar kepada Kiai Hasyim di Pesantren Tebuireng kemudian menjadi kiai-kiai berpengaruh dan pemimpin pesantren besar, di antaranya Kiai Manaf Abdul Karim pendiri Pesantren Lirboyo, Kiai Djazuli pendiri Pesantren Ploso Kediri, KH Abdulwahab Chasbullah pemimpin Pesantren Tambak Beras Jombang dan Rais ‘Aam NU yang menggantikan Kiai Hasyim. KH Machrus Ali, KH Masykur dan KH Mahfoedz Siddiq, Kiai Chalil Bangkalan, guru Kiai Hasyim, kemudian juga belajar kepada muridnya itu.

Kebesaran Kiai Hasyim juga ditunjukkan oleh para santri atau keluarganya yang menjadi tokoh nasional. Menurut catatan Greg Fealy (Ijtihad Politik Ulama: Sejarah NU 1952-1967,2003, hlm.55-56), 15 menteri dari NU di era kepresidenan Sukarno mempunyai hubungan keluarga dengan Kiai Hasyim. KH A Wahid Hasyim yang menjadi Menteri agama pertama setelah pengakuan kedaulatan adalah anak Kiai Hasyim. Muhammad Ilyas dan KH Masykur, keduanya pernah menjadi Menteri agama, masing-masing Adalah kemenakan dan cucu ipar Kiai Hasyim. KH Saifuddin Zuhri yang prenah menjadi Menteri agama juga cucu ipar Kiai Hasyim. Sementara itu, sekurang-kurangnya dua belas dari empat puluh lima anggota parlemen NU tahun 1955 dan 1959 adalah alumni Tebuireng.

Selain mereka ada Mochammad Dahlan (Ketua Umum PBNU 1953-1956), KH Achmad Siddiq (Rais ‘Aam PBNU 1984-1991), Munir Abisujak, Abdullah Ubaid, KH Moenasir (tokoh Pertanu dan Sekjen PBNU 1971-1979), KH As’ad Syamsul Arifin (Pesantren 1971-1979), KH As’ad Syamsul Arifin (Pesantren Asembagus Situbondo), mereka semua juga pernah menjadi santri Kiai Hasyim.

Gus Dur, dengan demikian, Adalah titisan kiai besar dan penguasa Jawa. Darah Kiai dan penguasa besar mengalir dalam dirinya.


Sumber : 41 Warisan Kebesaran Gus Dur (MHD)

08 Januari 2026

Khasiat Buah Kurma

Khasiat Buah Kurma

Buah Kurma adalah buah yang tidak mengandung lemak, tetapi memiliki segudang manfaat. Apa saja manfaat buah yang hanya tumbuh di daerah padang pasir ini, berikut ulasannya :

1.    Mempunyai andil untuk menghangatkan badan dan meningkatkan daya kerja otak.

2.    Kurma dapat menambah nafsu makan dan seksual.

3.    Membantu menguatkan daya ingat.

4.  Jika dimakan tanpa membuang kulitnya, dapat melancarkan pencernaan dan mencegah peradangan usus.

5.    Untuk perempuan menyusui,kandungan zat besi dan kalsium dalam kurma dapat menambah kauantitas air susu.

BACA JUGA : Tanam Cabe Menggunakan Pot

6.    Kurma dipercaya memberi tambahan tenaga untuk ibu hamil.

7.    Kurma pun berperan membantu pembentukan darah dan sumsum tulang bagi bayi yang disusui.

8.    Menurut hasil penelitian, sari buah kurma dapat memperkuat urat-urat rahim, sehinga proses persalinan lebih mudah. Juga mengurangi pendarahan ketika melahirkan serta menguantkan organ rahim.

9.    Konon, bayi yang disusui ibu yang rajin mengkonsumsi kurma, akan tumbuh menjadi anak yang cerdas.

10.    Perempuan Arab percaya kurma dapat menghaluskan kulit.. biasanya dengan campuran bahan lain dijadikan kosmetik pelengkap kecantikan.

11.    Kurma juga berkhasiat mengurangi penyakit insomnia.

12.    Zat besi dan hidrat arang yang  terkandung cukup baik bagi penderita anemia dan lesu kronis.

13.    Kadar kalium yang terdapat dalam kurma dapat mengurani resiko serangan stroke dan darah tinggi.

14.    Sangat baik untuk mengatasi masalah sembelit, lemah otot, letih, stres, dan pegal.

15.    Bagi penderita batuk, kandungan gulanya dapat menghilangkan gatal-gatal di kerongkongan, sekaligus menghentikan batuk.


Sumber : Obrolan Resep Masakan

07 Januari 2026

Pidato Wisuda Pada Akhirussanah

Pidato Wisuda Pada Akhirussanah


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdlillahirabbil alamin. Wabihinasta inu umuriddun’yawaddin. Washalatu washalam ala asrafil anbiyaiwamursalin. Wa’ala alihi washahbihi ajmain. Amma ba’du.

Yang terhormat Ustadz-ustadzah TPQ Baitul Muttaqin,,

Yang terhormat Bapak/Ibu Wali santri TPQ Baitul Muttaqin,,

Dan yang kami hormati para tamu undangan serta teman-temanku yang berbahagia,,


Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga kita bisa berkumpul disini guna melaksanakan acara khotmil Qur’an dan wisuda TPQ Baitul Muttaqin tanpa kekurangan suatu apapun.

Shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW karena beliaulah yang telah membawa kita dari jalan yang dimurkai Allah, semoga kita selalu mengikuti ajarannya hingga akhir zaman.

Para hadirin wal hadirat yang berbahagia, dalam kesempatan yang baik ini, saya mewakili  teman-teman, mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada ustadz/ustadzah yang telah membimbing dan menuntun kami selama belajar di majelis yang mulia ini. Dan terima kasih pula kepada kedua orang tua kami yang telah memberi semangat dan do’a kepada kami dalam menuntut ilmu.

Malam ini adalah malam dimana kami akan berpisah dengan ustadz-ustadzah, adik-adik, dan teman-teman di TPQ Baitul Muttaqin, jasa-jasa dari ustadz/ustadzah tidak akan kami lupakan. Keakraban dalam membimbing serta nasehat yang telah ustadz/ustadzah berikan akan selalu kami terapkan dalam keseharian kami.

Saya dan teman-teman menyadari bahwa selama belajar di TPQ ini kami banyak melakukan hal-hal yang kurang berkenan, baik sengaja maupun tidak disengaja kepada ustadz/ustadzah sekalian. Dan kami sadar bahwa kesuksesan tidak akan kami raih baik di dunia maupun di akherat, ketika masih banyak noda-noda yang menghalangi disebabkan kesalahan-kesalahan kami kepada kalian. Oleh karena itu, dalam kesempatan kali ini, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya.

Untuk adik-adik yang masih belajar di TPQ, kami ucapkan semangat belajar, patuhi nasehat ustadz/ustadzah insyallah kalian bisa sukses. Dan bisa segera menyusul kami dalam menyelesaikan pelajaran di TPQ Baitul Muttaqin ini.


Demikian yang dapat kami sampaikan, apabila ada perkataan atau ucapan yang kurang berkenan, kami mohon maaf.


Wallahul Muafiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Baca Juga : Sejarah Rotibul Athos



Sumber : Pidato Wisuda/wisudawati TPQ Baitul Muttaqin Tahun 2017

Sejarah Rotibul Athos

Sejarah Rotibul Athos


Rotibul Athos adalah bacaan doa dan wirid karya Al Habib Umar bin Abdurrohman Al Attas. Beliau adalah seorang Waliyullah yang memiliki derajat tinggi dan kemulyaan di sisi Allah SWT, beliu adalah Ulama asal Hadrotulmaut yang dilahirkan pada tahun 229 H. meski sejak kecil kedua mata beliau buta namun belinu memiliki kecerdasan yang luar biasa dan mampu menghafal apapun hanya dengan pendengarannya. Beliau juga meiliki nasab yang bersambung langsung kepada Rasulullah SAW.

BACA JUGA : Keutamaan Amaliah Rutin Warga Nahdiyin

Berikut nasab dan silsilah beliau ; Habib Umar bin Abdurrahman bin Aqil bin Salim bin Ubaidullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Syekh Al Ghaus Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Maulah Dawilah bin Ali bin Alawi al Ghoyur bin Sayyidina al Faqih al Muqoddam Muhammad bin Ali bin Imam Muhammad Shabib Mirbath bin Ali bin Imam Al Muhajjir Ahmad bin Isa bin Muhammad an Naqib bin Imam Ali al Uraidhi bin Ja’far as Shodiq bin Imam Muhammad al Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Hussen as Sibith bin Imam Ali bin Abi Tholib dan binti Batul Fatimah az Zahra binti Rosululla SAW.

Rotibul Attas terdapat banyak sekali manfaat dan kegunaanya bagi siapa saja yang istiqomah dalam membaca dan mengamalkannya. Semua wirid dan dzikir yang ada didalamnya diambil langsung dari Al Quran dan Hadits Nabi SAW. Sehingga yang membacanya mendapat pahala dan rahmat dari Allah SWT.

BACA JUGA : Rijalul Ansor Perwujudan Penjaga Tradisi Nahdlatul Ulama

Faedahnya bagi sebagian Ulama ahli salaf adalah bagi mereka yang tetap mengamalkannya Insya Allah akan dipanjangkan umurnya, Khusnul Khotimah, menjaga segala kepunyaanya di laut dan dibumi dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.  Sangat baik jika dilaksanakan pada waktu ba’da sholat subuh dan ba’da sholat ashar.


Sumber : Buku Rotibul Athos PRNU Desa Jatirejo dari Buku “Al Auroodussalafiyah” dari Abdul Jami bin Thohir Al Karofi Pekalongan Wa “Aqlil bin Abu Bakar Al Atthos