18 Januari 2026

Goes to Tiru LAZISNU Pemalang di MWC NU Ampelgading

Goes to Tiru LAZISNU Pemalang di MWC NU Ampelgading

Masih dalam acara Sosialisasi Studi Tiru : MWC NU Ampelgading Perkuat Peran LAZISNU yang diselenggarakan oleh MWC NU Ampelgading pada Ahad (18/1/2026). Diisi oleh LAZISNU Pemalang Bapak Mukhsini yang beralamat Kebondalem dengan membawa Bapak Zaenuri (Sekretaris).

Menyampaikan Goes to Tiru LAZISNU di Cilacap intinya bahwa dalam penarikan KOIN NU Adalah ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Pada LAZISNU Cilacap petugas penarikan KOIN NU mendapat fasilitas Baju lengkap dengan ID Cart dan juga mendapat BPJS. Pada saat ini sentralisasi LAZISNU di PCNU dan seluruh MWC NU Adalah perintah dengan dasar hukum UU No 23 tentang Pengelolaan Zakat, PMA No 19 tahun 2024 tentang LAZ, ketentuan LAZISNU PBNU 2023, hasil Rakercab PCNU 2024.

BACA JUGA : Gerakan Koin-Nu Peduli Lazisnu Banglarangan

Larangan dan Sanksi Pidana ;

Pasal 37 larangan LAZ yang tidak memiliki izin bisa kena pidana dan denda 50 juta. Visi LAZISNU PW NU Jawa Tengah menjadi Lembaga filantropi Islam terkemuka. Misi :

1. Menjadi mitra utama semua kegiatan di NU “Kita bisa contoh hibah di Cilacap itu 10 M sedangkan Pemalang itu hibah LAZISNU hanya 50 juta.

2. Menyediakan program-program untuk memberdayakan sumber daya manusia.

3. Menggerakkan sektor ree (Untuk para UMKM)

4. Membentuk badan usaha milik NU

Pilar Program NU

1. NU Care Cerdas

2. NU Care Sehat (Sebagai contoh di Cilacap orang NU berobat gratis yang menanggung Adalah LAZIS

3. NU Care Berdaya untuk pada UMKM

4. NU Care Hijau lingkungan hidup

5. NU Care Damai (pada ini kemanusiaan MWC NU Ampelgading itu paling luar biasa dalam hal ini)

Kebijakan Mutu NU Care

1. Modern ditandai dengan IT

2. Akuntabel (Bisa dipertanggung jawabkan)

3. Transparan

4. Amanah

5. Professional

Metode Pengelolaan KOIN NU terpusat dengan alasan

1. Pengelolaan data lebih mudah

2. System pelaporan mudah dan cepat

3. Menghemat waktu

4. Menghindari potensi penyelewengan




Pengirim : Rangkuman Materi oleh Khusdi Sulthoni

Sosialisasi Studi Tiru : MWC NU Ampelgading Perkuat Peran LAZISNU

Sosialisasi Studi Tiru : MWC NU Ampelgading Perkuat Peran LAZISNU


LAZISNUBANGLARANGAN.OR.ID – Dalam rangka memperkuat kemandirian organisasi sekaligus mengoptimalkan program Koin NU, MWC NU Ampelgading melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) menggelar kegiatan Sosialisasi Progam LAZISNU hasil Studi Tiru di Cilacap digedung MWC NU Ampelgading pada hari Ahad (18/1/2026).

Kegiatan yang dihadiri Pengurus Ranting NU se Kecamatan Ampelgading, badan otonom NU, Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU dan IPPNU serta ketua-ketua ranting LAZISNU se Kecamatan Ampelgading dan para kader memenuhi Aula Gedung MWC NU Ampelgading. Acara di buka dengan sambutan Ketua MWC NU Ampelgading, Bapak. Untoro, S.Sos.

BACA JUGA : Naharul Ij’tima MWC NU Ampelgading : Mendorong dan Memaksimalkan Peran LAZISNU

Dalam sambutanya beliau menegaskan MWC NU Ampelgading akan mendirikan Klinik Pratama dan biaya yang dibutuhkan mencapai lima ratus juta rupiah. Dan biaya akan diambilkan dari dana Koin NU di kecamatan Ampelgading, karna untuk membangun Klinik Pratama ini yang merasakan manfaatnya adalah seluruh warga NU.


Maka untuk mewujudkan itu semua maka LAZISNU ranting harus berjalan semua. LAZISNU ranting harus jalan karena LAZISNU ini adalah sarana untuk bergotong royong dan menolong. Sebagai contoh ada bencana alam kebanjiran dan dengan bekerja sama dengan LPBI dan LAZIS kitab bisa menolong korban banjir di Tingkat kecamatan Ampelgading. Dan demi memaksimalkan program ini MWC NU Ampelgading akan mengadakan sosialisasi ke setiap ranting.

Sekarang ini MWC NU Ampelgding diserahkan tugas MTs Nurul Huda Karangtalok, monggo bapak, ibu yang punya anak untukbisa disekolahkan di MTs Nurul Huda karangtalok Insya Allah fasilitas lengkap” imbuh Bapak Untoro sebagai penutup sambutan.


Pengirim Berita : Khusdi Sulthoni

11 Januari 2026

Naharul Ij’tima MWC NU Ampelgading : Mendorong dan Memaksimalkan Peran LAZISNU

Naharul Ij’tima MWC NU Ampelgading : Mendorong dan Memaksimalkan Peran LAZISNU


LAZISNUBANGLARANGAN.OR.ID – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Ampelgading kabupaten Pemalang menggelar acara rutin Naharul Ij’tima pada, Ahad 11/1/2026. Pertemuan rutin yang ditempatkan di Masjid Istiqomatul Umat desa Karangtengah kecamatan Ampelgading kabupaten Pemalang.

“Seperti biasa Naharul Ij’tima menjadi sarana konsolidasi, silaturhami, evaluasi program dan penguatan ke-NU-an, diisi dengan pengajian, tahlil. Topik utama dalam Naharul Ij’tima adalah mendorong dan memaksimalkan Lazisnu ditiap-tiap ranting. MWCNU kecamatan Ampelgading akan mengundang seluruh Lazisnu ranting beserta kadernya tanggal 18 Januari 2026, “ tutur Ketua Tanfidziyah MWC NU kecamatan Ampelgading Bapak Untoro, S.Sos.

BACA JUGA : Gus Dur Titisan Kiai Besar dan Penguasa Jawa

Harapannya Lazisnu ranting tetap semangat dalam melayani umat sehingga umat terutama warga NU dapat merasakan kehadiran Jam’iyah Nahtlatul Ulama.

Dipenghujung acara diisi dengan kajian Kitab oleh Rois Syuriah MWCNU Ampelgading Ky. Hasan Muqodas, dalam sela-sela membaca kitab menuturkan “Ziaroh ternyata orang NU dimanapun tempatnya suka ziaroh, sehingga banyak armada

Dari tuan rumah mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan memohon maaf jika dalam menyambut kurang maksimal.


Pengirim Berita : Khusdi Sulthoni

09 Januari 2026

Gus Dur Titisan Kiai Besar dan Penguasa Jawa

Gus Dur Titisan Kiai Besar dan Penguasa Jawa


KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Adalah titisan kiai besar tanah Jawa. Ayahnya, KH. A Wahid Hasyim, Adalah putra KH M Hasyim Asy’ari, pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Ibunya, Ny Solichah, Adalah putri KH Bisri Syansuri, seorang pendiri NU Bersama KH. Hasyim Asy’ari.

Garis keturunan kakek dan nenek Gus Dur, KH Hasyim Asy’ari dan istrinya Ny Nafiqah bertemu pada Lembu Peteng (Brawijaya VI), yaitu dari pihak ayah melalui Joko Tingkir (Sultan Pajang, 1569-1587), dan dari pihak ibu melalui Ki Ageng Tarub I. demikian ditulis dalam Ensiklopedi Islam yang diterbitkan PT Ichtiar Baru Van Hoeve (1993).

BACA JUGA : RINDU GUS DUR..

Dalam buku Sejarah Hidup KH A Wahid Hasyim dan Karangan Tersiar karya H Aboebakar (1957), disebutkan Lembu Peteng (Brwaijaya VI) mempunyai putra Bernama Joko Tingkir atau Karebet. Joko Tingkir mempunyai anak Bernama Pengeran Benawa. Kemudian Pangeran Benawa mempunyai anak beranama Pangeran Samba. Anak Pangeran Samba Bernama Ahmad. Anak Ahmad Bernama Abdul Djabbar. Kiai Abdul Djabar ini mempunyai anak Bernama Sichah. Dari sini keturunan menyimpang, yang satu kepada Kiai Hasyim melalui Layyinah, dan yang lain kepada KH A Wahab melalui Fatimah dan H Hasbullah.

Ki Ageng Tarub 1 mempunyai anak Bernama Ki Ageng Tarub II, anaknya Bernama Kiai Ageng Ketis, Anaknya Bernama Kiai Ageng Sila, anaknya Bernama Kiai Ageng Saba, anaknya Bernama Kiai Ageng Ngalawihan Solo, anaknya Bernama Kiai Ageng Pemanahan, anaknya Bernama Panembahan Senopati, anaknya Bernama Pangeran Kadjuruan, anaknya Bernama Arya Peringgaliya, anaknya Bernama Raden Paduraksa, anakanya Bernama Raden Panji Darna Santana, anaknya Bernama Kiai Ngabdul Ngalim, anaknya Bernama Kiai Basyariyah, nenek ke-7 dari KH A Wahid Hasyim melalui ibunya.

Kakek Gus Dur, KH Hasyim Asy’ari – seperti disebutkan Zamakhsyari  Dhofier dalam bukunya Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kiai (1982) – seorang kiai besar dan satu-satunya kiai Jawa yang dijuluki Hadratus Syaikh. Kiai Hasyim memusatkan perhatiannya pada usaha mendidik sejumlah kecil santrinya yang terpilih sampai sempurna betul, sehingga setelah keluar dari  pesantren bisa mendirikan pesantren sendiri.

BACA JUGA : Riwayat Hidup K.H. Hasyim Asy’ari

Kiai Hasyim menjadi besar dan berpengaruh terutama karena murid-muridnya Angkatan pertama berhasil mendirikkan pesantren besar dan banyak santri Tebuireng yang menjadi tokoh nasional. Beberapa kiai yang pernah belajar kepada Kiai Hasyim di Pesantren Tebuireng kemudian menjadi kiai-kiai berpengaruh dan pemimpin pesantren besar, di antaranya Kiai Manaf Abdul Karim pendiri Pesantren Lirboyo, Kiai Djazuli pendiri Pesantren Ploso Kediri, KH Abdulwahab Chasbullah pemimpin Pesantren Tambak Beras Jombang dan Rais ‘Aam NU yang menggantikan Kiai Hasyim. KH Machrus Ali, KH Masykur dan KH Mahfoedz Siddiq, Kiai Chalil Bangkalan, guru Kiai Hasyim, kemudian juga belajar kepada muridnya itu.

Kebesaran Kiai Hasyim juga ditunjukkan oleh para santri atau keluarganya yang menjadi tokoh nasional. Menurut catatan Greg Fealy (Ijtihad Politik Ulama: Sejarah NU 1952-1967,2003, hlm.55-56), 15 menteri dari NU di era kepresidenan Sukarno mempunyai hubungan keluarga dengan Kiai Hasyim. KH A Wahid Hasyim yang menjadi Menteri agama pertama setelah pengakuan kedaulatan adalah anak Kiai Hasyim. Muhammad Ilyas dan KH Masykur, keduanya pernah menjadi Menteri agama, masing-masing Adalah kemenakan dan cucu ipar Kiai Hasyim. KH Saifuddin Zuhri yang prenah menjadi Menteri agama juga cucu ipar Kiai Hasyim. Sementara itu, sekurang-kurangnya dua belas dari empat puluh lima anggota parlemen NU tahun 1955 dan 1959 adalah alumni Tebuireng.

Selain mereka ada Mochammad Dahlan (Ketua Umum PBNU 1953-1956), KH Achmad Siddiq (Rais ‘Aam PBNU 1984-1991), Munir Abisujak, Abdullah Ubaid, KH Moenasir (tokoh Pertanu dan Sekjen PBNU 1971-1979), KH As’ad Syamsul Arifin (Pesantren 1971-1979), KH As’ad Syamsul Arifin (Pesantren Asembagus Situbondo), mereka semua juga pernah menjadi santri Kiai Hasyim.

Gus Dur, dengan demikian, Adalah titisan kiai besar dan penguasa Jawa. Darah Kiai dan penguasa besar mengalir dalam dirinya.


Sumber : 41 Warisan Kebesaran Gus Dur (MHD)

08 Januari 2026

Khasiat Buah Kurma

Khasiat Buah Kurma

Buah Kurma adalah buah yang tidak mengandung lemak, tetapi memiliki segudang manfaat. Apa saja manfaat buah yang hanya tumbuh di daerah padang pasir ini, berikut ulasannya :

1.    Mempunyai andil untuk menghangatkan badan dan meningkatkan daya kerja otak.

2.    Kurma dapat menambah nafsu makan dan seksual.

3.    Membantu menguatkan daya ingat.

4.  Jika dimakan tanpa membuang kulitnya, dapat melancarkan pencernaan dan mencegah peradangan usus.

5.    Untuk perempuan menyusui,kandungan zat besi dan kalsium dalam kurma dapat menambah kauantitas air susu.

BACA JUGA : Tanam Cabe Menggunakan Pot

6.    Kurma dipercaya memberi tambahan tenaga untuk ibu hamil.

7.    Kurma pun berperan membantu pembentukan darah dan sumsum tulang bagi bayi yang disusui.

8.    Menurut hasil penelitian, sari buah kurma dapat memperkuat urat-urat rahim, sehinga proses persalinan lebih mudah. Juga mengurangi pendarahan ketika melahirkan serta menguantkan organ rahim.

9.    Konon, bayi yang disusui ibu yang rajin mengkonsumsi kurma, akan tumbuh menjadi anak yang cerdas.

10.    Perempuan Arab percaya kurma dapat menghaluskan kulit.. biasanya dengan campuran bahan lain dijadikan kosmetik pelengkap kecantikan.

11.    Kurma juga berkhasiat mengurangi penyakit insomnia.

12.    Zat besi dan hidrat arang yang  terkandung cukup baik bagi penderita anemia dan lesu kronis.

13.    Kadar kalium yang terdapat dalam kurma dapat mengurani resiko serangan stroke dan darah tinggi.

14.    Sangat baik untuk mengatasi masalah sembelit, lemah otot, letih, stres, dan pegal.

15.    Bagi penderita batuk, kandungan gulanya dapat menghilangkan gatal-gatal di kerongkongan, sekaligus menghentikan batuk.


Sumber : Obrolan Resep Masakan