Mendidik Mustahik Menjadi Muzakki

Rabu, 13 September 20170 komentar

Sudah agak lama adanya pemikiran untuk mengintensipkan pembayaran zakat. Ini dikarenakan makin terasanya kebutuha dan bagi umat, sejalan makin membaiknya perekonomian sebagain kaum muslimin. Di Desa Banglarangan Kabupaten Pemalang pun dibentuk Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama, disingkat LAZISNU.
Tentu saja tugasnya mengelola zakat, infaq dan sedekah masyarakat. Lembaga dengan SK PRNU Ranting Banglarangan No : 072/PR/-NU/IV/2017 tangal 09 April 2017. Penyaluran dana untuk mustahik (yang berhak menerima zakat) tidak boleh sembarangan, melainkan harus ada izin dari pembina LAZISNU, yang terdiri dari Dewan Syariah, dan Dewan Penasehat. Jadi ketua LAZISNU tidak berhak memberikan rekomendasi. Ini yang harus dipahami oleh masyarakat, agar tidak terjadi salah penafsiran.

Pendayagunaan dana di LAZISNU untuk delapan asnaf seperti yang tercantum dalam surat At-Taubah ayat 60. Namun kita juga harus mengartikan secara konstektual. Misalnya golongan fi sabilillah, tidak harus orang yang berperang melawan orang kafir. Itu bisa kita kembangkan untuk membantu pembangunan tempat ibadah, tempat pendidikan, atau untuk  kepentingan dakwah. Begitu juga dengan ibnu sabil, bisa dikembangkan untuk memberi santunan guru ngaji yang tidak punya penghasilan tetap, memberi beasiswa, dan lain sebagainya. Sedang untuk fuqoro’wal masakin bisa diberi pinjaman untuk modal usaha.

Pinjaman disini tidak berbunga dan dapat diangsur. Kita hanya menanamkan amanah dan mendidik mereka agar tidak konsumtif. Sehingga nantinya mereka tidak selalu menjadi mustahik, tetapi akan berubah jadi muzakki (pemberi zakat). Manajemen yang dipakai adalah manejemen terbuka. Hal ini untuk menghidari kecurigaan mansyarakat terhadap penyalahgunaan dana tersebut. Jadi pemasukan dan pengeluaran dana dilaporkan secara terbuka.

 
Sumber : Majalah Aula. Edisi 22. April 1995
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2017 | NU CARE - LAZISNU BANGLARANGAN | Zakat Untuk Kemandirian Umat