Lambang NU dari Hasil Istikharah

Senin, 20 November 20170 komentar

Lambang NU yang ada sekarangn ini bukanlah diciptakan atau dikarang oleh seseorang sehingga kita dapat menanyakan satu persatu makna dari semua yang tertuang dalam lambang tersebut. Tetapi lambang NU yang ada sekarang ini adalah hasil istikharah dari Al Magfur lahu KH. Ridlwan Surabaya.

Dikisahkan, pada waktu para kiai pendiri NU ingin membuat lambang NU, maka para kiai diminta untuk beristikharah, dan Al Magfur Lahu KH. Ridlwan Surabayalah satu-satunya orang yang berhasil istikharahnya. Dalam mimpi beliau, beliau melihat di langit sebuah gambar seperti lambang NU sekarang ini, tanpa mengetahui makna satu-persatu dari apa saja yang ada pada gambar tersebut.
Kemudian hasil mimpi tersebut dikemukakan kepada para kiai pendiri NU dan disetujuinya. Jadi apabila anda ingin menggambar dengan bentuk dan warna lain, itu artinya sudah tidak sesuai lagi dengan hasil istikharah tersebut.

Jadi apabila ada tokoh NU yang mencoba mengartikan apa saja yang ada pada lambang tersebut, maka hal itu adalah hasil renungan dan pendapatnya sendiri. Sebagai contoh, kami boleh saja mengartikan bahwa bintang sembilan itu mempunyai arti sebagai berikut :

-    Bintang yang paling besar yang berada di atas, adalah lambang Rasul Allah.
-    Empat bintang yang berada di atas tulisan adalah lambang sahabat empat
-    Empat bintang yang di bawah tulisan adalah lambang imam mazhab empat.

Sehingga dapat diartikan bahwa perjuangan NU adalah untuk menegakkan ajaran agama yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW. Melewati para sahabat empat dan mengikuti salah satu dari imam mazhab yang empat dan demikian seterusnya.

Sumber : Majalah Aula. KH. A. Masduqi Mahfudz. Edisi 47
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2017 | NU CARE - LAZISNU BANGLARANGAN | Zakat Untuk Kemandirian Umat